TENUN
BERMOTIF TORAJA
 |
tenun TORAJA |
Toraja
memang identik dengan tempat pariwisatanya, beraneka ragam budaya yang menarik,
serta arsitektur bangunan yang unik.
Disamping
itu Toraja juga memiliki hasil karya tangan asli Toraja yakni menyulam benang
woll dengan menggunakan alat tradisional yakni pembuatan Kain tenun Toraja yang
proses pembuatannya pun sangat tradisional yakni hanya menggunakan bahan kayu
dan batang bambu.
Kain tenun
Toraja adalah kerajinan tangan dari
Tanah Toraja yang keberadaannya terus dilestarikan dan dikembangkan.
Keistimewaan kain tenun Toraja adalah corak dan warnanya yang khas, berbeda
dari kain tenun dari daerah lain di
indonesia.
Ketika
para penulis pariwisata mengunjungi salah satu Artshop yang menjual beraneka
ragam pernak pernik khas Toraja, seperti halnya Tenun Toraja salah satunya yang
bertepatan pada tanggal 17 april 2014, nama toko “yuliana artshop” yang berada
di pusat kota Rantepao atau biasa disebut pertokoan ini berada di jln andi mappanyuki
berdekatan dengan perwakilan antarkota Litha.
Setelah
saya meminta pendapat mengenai keberadaan Tenun Toraja serta corak motif yang
di gunakan saat pembuatan kain tenun. Tanggapan Ibu Yuliana (pemilik arthop) ”Corak kain
tenun Toraja sangat beragam dan setiap corak menyiratkan makna simbolik atau
perlambangan akan nasehat pepatah, harapan, doa, serta hubungan manusia dengan lingkungannya. Aneka warna
kain tenun Toraja pun tampil dengan warna-warna tanah seperti cokelat muda dan
cokelat tua dan juga dihadirkan tren warna neon yang terang, perpaduan pink
oranye” tanggap ibu Yuliana.
Harga kain tenun
beraneka ragam, dari harga Rp.200rb s/d harga 1,6 itu dikarenakan susahnya
pembuatan dan memakan proses yang lama, akan tetapi tenun yang dihasilkan
adalah tenun asli karya tangan masyarakat Toraja, ujar ibu Yuliana.
Selain
itu, bahan kainnya kuat namun tetap halus dan indah,kerajinan tenun Toraja
merupakan warisan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi. Pengrajinnya
banyak ditemui di Tanah Toraja bagian Utara salah satunya di daerah Sa’dan
Toraja Utara. Sampai sekarang para pengrajin tenun Toraja masih menggunakan
alat tenun yang tradisional,ungkap ibu Yuliana pemilik artshop.
Alat
tenun yang dipakai terbuat dari bahan kayu dan batang bambu, Selain pengrajin
tenun, di Toraja Utara juga banyak terdapat pengrajin pemintal benang.
Alat pintal benang yang digunakan juga masih tradisional terbuat dari bahan
kayu. Para pengrajin ini memintal benang yang menjadi bahan dasar pembuatan
kain tenun dan tenun yang ada di arthopnya asli karya tangan masyarakat Toraja
di daerah Sa’dan tutur ibu Yuliana.
Sampai
saat ini kerajinan kain ini masih menjadi mata pencaharian yang potensial bagi
masyarakat Toraja bagian Sa’dan, selain bertani dan berkebun.
Selain
bentuknya yang indah dan menarik kain tenun Toraja sudah jadi, dapat pula dibuat menjadi beragam
kerajinan seperti baju, kain, tas, taplak meja, dan lain sebagainya, tambah ibu
Yuliana.
Kain
tenun Toraja dapat dikenali dari motif, warna dan tekstur kainnya. Motif yang
sering dibuat adalah motif garis-garis vertikal, burung, dan bunga, sedangkan
warna yang digunakan biasanya warna-warna gelap seperti hitam, cokelat, biru
tua, dan merah, tutup pemilik artshop ibu Yuliana.
kainnya
ada yang halus dan ada juga yang agak kasar, Kain tenun Toraja dulunya dipakai
dalam pesta-pesta adat. Namun kini kain tenun ini dapat dipakai oleh siapa saja
dan kapan saja.
Kain
tenun Toraja yang indah ini bisa menjadi buah tangan yang bernilai tinggi jika
anda berkunjung ke Tanah Toraja. Pastinya anda ingin memiliki kain tenun yang
keindahannya mempesona para pembeli dari Indonesia dan mancanegara.